Perkembangan social commerce tidak hanya mengubah cara brand berjualan, tetapi juga membentuk perilaku baru konsumen dalam mengambil keputusan pembelian. Jika sebelumnya konsumen cukup percaya pada iklan atau klaim brand, kini keputusan membeli sangat dipengaruhi oleh validasi sosial.
Konsumen di era social commerce cenderung mencari bukti nyata dari pengguna lain sebelum membeli, mulai dari review, komentar, hingga rekomendasi komunitas. Pola ini menjadikan social proof sebagai faktor krusial dalam strategi pemasaran digital.
Dalam ekosistem social commerce, kepercayaan tidak dibangun dari brand ke konsumen saja, melainkan juga dari konsumen ke konsumen.
Bentuk social proof yang paling berpengaruh meliputi:
Bagi konsumen, social proof berfungsi sebagai filter risiko. Semakin tinggi bukti sosial yang terlihat, semakin rendah persepsi risiko terhadap produk. Inilah sebabnya konten dengan interaksi tinggi sering kali menghasilkan konversi lebih baik dibandingkan iklan konvensional.
User Generated Content atau UGC menjadi elemen kunci dalam social commerce karena dianggap lebih otentik dan relevan.
Beberapa bentuk UGC yang mempengaruhi perilaku konsumen:
Selain UGC, komunitas digital berperan sebagai ruang validasi kolektif. Konsumen tidak hanya membeli produk, tetapi juga merasa menjadi bagian dari kelompok dengan minat yang sama. Hal ini memperkuat loyalitas dan memperpanjang siklus hidup pelanggan.
Perubahan perilaku konsumen ini menuntut brand untuk menyesuaikan strategi secara menyeluruh.
Implikasi utama bagi brand:
Brand yang berhasil di era social commerce adalah brand yang mampu memfasilitasi percakapan, bukan mendominasi narasi. Strategi pemasaran bergeser dari pesan satu arah menjadi ekosistem interaksi yang saling menguatkan antara brand dan konsumen.
Di era social commerce, konsumen tidak lagi membeli berdasarkan janji brand semata. Mereka membutuhkan validasi sosial melalui review, UGC, dan komunitas sebelum mengambil keputusan. Bagi brand, memahami perubahan perilaku ini menjadi kunci untuk membangun strategi yang relevan, berkelanjutan, dan berorientasi pada kepercayaan. Social commerce bukan sekadar kanal penjualan, tetapi ruang sosial tempat keputusan dibentuk bersama.
Perubahan perilaku konsumen di era social commerce menuntut strategi digital marketing yang tidak hanya fokus pada eksposur, tetapi juga membangun kepercayaan dan validasi sosial secara berkelanjutan. Bounche membantu brand merancang strategi Digital Marketing yang relevan dengan perilaku konsumen saat ini, mulai dari pengelolaan konten berbasis social proof, aktivasi UGC, hingga penguatan komunitas digital agar mendorong keputusan pembelian secara organik dan terukur.
Validasi sosial adalah proses konsumen mencari bukti dari pengguna lain seperti review, testimoni, dan UGC sebelum membeli produk.
Karena konsumen cenderung mempercayai pengalaman pengguna lain dibandingkan klaim promosi dari brand.
UGC memberikan gambaran nyata penggunaan produk sehingga meningkatkan kepercayaan dan relevansi bagi calon pembeli.
Brand perlu fokus pada trust building, pengelolaan komunitas, dan integrasi konten autentik dalam strategi pemasaran.